14.552 Kasus Kecelakaan Kerja Terjadi di Jatim Pada 2017

0
55

Jawa Timur darurat kecelakaan kerja. Dalam setahun di 2017, terjadi sebanyak 14.552 kecelakaan kerja di area perusahaan. Sedangkan kecelakaan di luar area perusahaan mencapai 1.755 kasus.

“Kecelakaan kerja memang darurat untuk Jawa Timur,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Setiajit, Kamis (11/1/2018).

Kecelakaan kerja di area perusahaan atau tempat bekerja selama Tahun 2017 di Jatim mencapai 14.552 kasus. Dari kasus tersebut memgakibatkan 101 orang meninggal dunia, cacat sebanyak 768 orang, pengobatan 3.329 orang, dan yang sembuh sebanyak 10.354 orang.

Kecelakaan kerja di luar perusahaan sebanyak 1.755 kasus. Dari kejadian itu, mengakibatkan 48 orang meninggal dunia, cacat 87 orang, dan pengobatan sebanyak 648 orang.

Sedangkan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pekerja sebanyak 5.324 kasus. Kejadian itu mengakibatkan 181 orang meninggal dunia, cacat 194 orang, pengobatan 2.497 orang, dan yang sembuh 2.452 orang.

“Kecelakaan kerja lalu lintas ini artinya, pekerja yang mau berangkat atau pada saat jam kerja,” terangnya.

Ajit mengatakan, bagi kecelakaan kerja pada lalu lintas ini, pihaknya bekerjasama dengan Polda Jatim.

“Saya sudah lapor ke pak kapolda. Dan mendapatkan respons bagus, tentang bagaimana cara menekan angka kecelakaan kerja pada lalu lintas,” tuturnya.

Dari kecelakaan kerja yang berada di area perusahaan, Setiajit mengatakan, karena ada beberapa faktor.

“Seperti human error. Kami terus menyosialisasikan bahwa perusahaan harus memiliki SOP-standart operational procedure,” terangnya.

Meski angka kecelakaan kerja cukup tinggi, Disnakertrans Jatim mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat terkait upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan kecelakaan kerja.

Bahkan, pemerintah pusat mengapresiasinya dengan cara menyelenggarakan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara nasional di Surabaya.

Acara yang diselenggarakan pada Jumat (12/1/2018) besok di gedung negara Grahadi, akan dihadiri Menaker serta beberapa menteri lainnya.