Ilustrasi

Lingkungan yang tidak sehat dan tercemar dapat menyebabkan kasus yang fatal seperti diare, malaria dan radang paru-paru, terlebih seperempat dari semua kematian global pada anak balita disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat atau tercemar, termasuk air dan udara yang kotor serta kurangnya kebersihan yang memadai. Sehingga mengakibatkan sekitar 1,7 juta anak di seluruh dunia meninggal tiap tahunnya.

Hal tersebut juga dilontarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), “Lingkungan yang tercermar adalah satu-satunya musuh mematikan anak-anak,” terang Direktur Jendral WHO, Margaret Chan, dalam sebuah pernyataan.

Melansir lifestyle, Menurut hasil studi mereka, hal ini dapat meningkatkan risiko masa kecil mereka mengalami pneumonia serta membuat mereka berisiko menderita penyakit pernapasan seperti asma seumur hidup.

Hal terburuknya adalah dapat merusak organ dan sistem kekebalan tubuh, terutama pada tubuh yang lebih kecil dan saluran pernapasan, serta membuat Anak-anak rentan terhadap air dan udara kotor

Selain itu, polusi udara juga meningkatkan risiko seumur hidup dari penyakit jantung, stroke dan kanker.

Tercatat bahwa dalam rumah tangga tanpa akses air bersih dan sanitasi, atau tercemar asap dari batu bara, atau tercemar asap berbahaya lainnya, anak-anak rentan berisiko lebih tinggi mengalami diare dan pneumonia.

Laporan juga mengklaim, anak-anak yang mendapat paparan bahan kimia berbahaya melalui makanan, air, udara dan produk di sekitar mereka, juga merupakan salah satu penyebab angka kematian.

Sumber : lifestyle.analisadaily.com