9 Daerah di Indonesia Waspada Kebakaran Hutan

0
37

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan sembilan daerah rawan dilanda kebakaran hutan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BMKG Pusat di Jakarta pada Senin (19/2/2018).

Kesembilan wilayah tersebut yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

“Sekarang ini kalau disandingkan pada hari tanpa hujan (HTH), wilayah tersebut hampir selama 20 hari tidak diguyur hujan. Dengan demikian, berpotensi tinggi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Herizal, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Pusat.

Herizal menyebut, hujan berintensitas rendah masih berpotensi tinggi terjadi hingga pertengahan Maret 2018 di beberapa wilayah, seperti Aceh bagian utara, Sumatera Utara bagian utara, serta Riau bagian utara. Curah hujan yang rendah berimbas pada meningkatnya peluang kebakaran lahan dan hutan.

“Di sepanjang timur Sumatera dari Aceh sampai Riau itu rawan karhutla. Kalbar dan Kalteng juga. Apalagi beberapa tempat di Sumsel dipenuhi lahan gambut. Perlu perhatian khusus daerah ini,” kata Herizal.

Berdasarkan data BMKG, pada periode awal Februari 2018, telah terpantau 48 titik panas di Sumatera dan 55 titik panas di Kalimantan.

Kalimantan Barat menempati peringkat tertinggi untuk titik panas terbanyak yakni 52 titik. Riau berada di posisi kedua dengan 35 titik panas. Lalu data BMKG juga menyebutkan adanya delapan titik panas di Sulawesi Tengah.

Ketiganya disusul Sulawesi Selatan dengan enam titik panas. Kemudian Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Aceh masing-masing ada lima titik panas; sementara Kalimantan Tengah tercatat ada tiga panas. Sumatera Selatan dan Bangka Belitung diketahui terdapat masing-masing satu titik panas.

Widada Sulistya, Sekretaris Utama BMKG, menambahkan, pihak BMKG telah melakukan telekonferensi dengan 10 kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG yang wilayahnya tergolong rentan kebakaran hutan dan lahan.

“Kepala BMKG telah berkoordinasi jarak jauh ke seluruh kepala UPT yang daerahnya terindikasi curah hujan berkurang dengan potensi kebakaran hutan. Kepala BMKG mengimbau kepala UPT untuk meningkatkan koordinasi ke instansi lain soal hal tersebut,” jelas Widada.

Selain bersinergi dengan lembaga lain, Kepala BMKG turut meminta perwakilan BMKG daerah untuk menyosialisasikan informasi tersebut ke masyarakat. Harapannya, masyarakat bisa ikut serta mencegah kebakaran hutan dan lahan, kata Widada.