Air Meluap Tak Lama Setelah Pintu Bendungan Dibuka

0
60

Penderitaan warga sepertinya usai. Banjir yang sudah mulai surut akibat diguyur hujan seharian, Senin (28/11) lalu, kembali meninggi di kawasan Jalan Suryanata, Gang Tinggiran RT 7, 38 dan 39, Kelurahan Air Putih, Samarinda Ulu pada Selasa (29/11) kemarin.

Akibatnya pemukiman padat penduduk di tiga RT tersebut tenggelam. Air yang menggenangi rumah warga terus meninggi. Banjir yang semakin parah itu dikarenakan dibukannya pintu air bendungan HM Ardans yang terletak di Jalan Ring Road 3, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara.

Kabar dibukanya pintu air bendungan itu kontan membuat warga yang rumahnya terendam banjir kesal. Warga dihantui rasa waswas. Karena air terus meninggi. Dibukannya pintu air bendungan itu diakui warga tanpa disertai pemberitahuan terlebih dahulu.

“Saya kaget. Air tiba-tiba masuk rumah. Cuma 20 menit saja rumah saya sudah terendam seluruhnya,” tutur Wardani, salah seorang warga RT 39 yang rumahnya turut terendam banjir.
Tingginya debit air membuat petugas terpaksa membuka pintu air bendungan tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan warga.
”Ini kecerobohan dan sangat membahayakan warga,” warga setempat berbicara.

Awalnya air yang meluap hanya sebatas mata kaki. Kemudian naik hingga lutut orang dewasa.  “Infonya memang penyebabnya pintu air bendungan dibuka. Tapi waktu mau ditutup kembali, ternyata ada kerusakan di sistem penutupan,” ungkapnya. Banjir kiriman dari areal bendungan itu juga menerjang Pesantren Ar Rahma di Jalan Ring Road. Akibatnya proses belajar mengajar menjadi terhenti.

“Cuma 20 menit saja air sudah meninggi dan menggenangi pesantren. Karena itu proses belajar mengajar terpaksa dihentikan sementaram hingga air surut,” tutur Maryono (28), salah satu tenaga pengajar di pesantren itu.

Lurah Air Putih, Nuraida juga datang meninjau lokasi yang terendam banjir. Nuraida tampak cemas dengan kondisi pemukiman warga yang terendam tersebut. “Kondisi ini sangat membahayakan warga. Terutama jika debit air bukan berkurang dan justru bertambah,” ucapnya. Sementara itu, sejumlah petugas badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda dan relawan tampak sibuk membantu perbaikan pintu air bendungan yang mengalami kerusakan.

Bahkan sejumlah perahu karet diturunkan untuk membantu proses perbaikan di pintu bendungan. Warga pun tampak di sekitar bendungan. Mereka terlihat kesal dan ingin sekali bertemu dengan petugas bendungan.

Sumber : samarinda.prokal.co