Di duga karena korsleting listrik, ruang kerja Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) atau HRD Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen, Handoko, terbakar pada Minggu (26/3/2017) pukul 06.30 WIB.

Saat itu peristiwa itu pertama kali diketahui oleh petugas satuan keamanan (satpam) PDAM, Andi Badia Cadra, 36, warga Mojomulyo RT 004/RW 009, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen. Akibatnya tiga komputer dan dokumen arsip karyawan hangus terbakar.

Awalnya Andi yang sedang piket siang datang ke Kantor PDAM di sebelah selatan Kantor Kelurahan Sragen Wetan pada pukul 06.30 WIB. Setelah memarkirkan motornya, ia langsung presensi pada mesin deteksi sidik jari.

Namun saat menoleh ke timur, alangkah terkejut ia melihat kepulan asap hitam dari dalam ruang kerja Kabag SDM.

“Saya berlari ke depan sembari berteriak ada kebakaran. Dua petugas satpam yang jaga malam, Widodo dan Asep, yang hendak pulang tidak jadi. Mereka langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran dan atasan kami. Saya dengan anggota satpam lain memecah kaca jendela samping untuk memadamkan api semampunya,” ujar Andi saat ditemui pada Minggu pagi.

 

Tak lama sekitar pukul 07.00 WIB, dua unit pemadam kebakaran bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen langsung datang ke lokasi untuk memadamkan api. Dalam waktu singkat api bisa dipadamkan. Beberapa karyawan lain datang bersama Direktur Umum PDAM Supardi ikut membantu mengevakuasi barang-barang yang terbakar.

Petugas pemadam kebakaran mengatakan kemungkinan percikan api muncul dari stopkontak pada jaringan kabel komputer.

Kepala BPBD Sragen, Tatag Prabawanto, hadir di lokasi kejadian dengan mengendarai motor. Didampingi Supardi dan Handoko, Tatag yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) mengecek kondisi kantor yang terbakar.

Mengenai insiden kebakaran ini Supardi menjelaskan, “Hanya komputer yang terbakar sama sejumlah arsip gaji karyawan. Semua data dan dokumen sudah di-back up sehingga masih aman. Ya, kebakaran itu memang diduga karena korsleting pada stop kontak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta,” jelasnya.

Arsip-rasip yang terbakar langsung diangkut menggunakan mobil pikap. Kobaran api sempat menghanguskan rak buku dan arsip dan merusak plafon ruang kerja tersebut.

Sumber : www.solopos.com