Angkasa Pura I Sosialisasikan K3 untuk Pekerja Bandara

0
139

PT Angkasa Pura I selenggarakan sosialisasi Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3) di Bandara Ahmad Yani Semarang, Rabu (17/1).

Sosialisasi diawali dengan apel pagi dalam rangka Peringatan Hari K3 yang dilaksanakan dari Jumat (12/1) hingga Senin (12/2) mendatang.

Pelatihan K3 Umum Sertifikasi Kemnaker RI

Apel tersebut dihadiri seluruh pegawai PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Ahmad Yani, Pimpinan Proyek PPSRG, Airnav, BMKG, dan AOC.

Airport Security and Safety Department Head, Salim menuturkan, Bandara Ahmad Yani memegang sertifikat dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).

Pihaknya menerapkan kesalamatan di semua lini termasuk menekankan ke semua vendor yang beroperasi di Bandara.

“Secara aturan setiap perusahaan menjalankan sendiri-sendiri. Mereka terikat dengan aturan yang ada di kami,” terangnya.

Dikatakannya, aturan yang harus ditaati adalah UU Nomor 1 tahun 1970. Selain itu, para vendor harus menaati kebijakan Bandara yakni kebijakan larangan merokok di area tertentu, kebijakan HIV-AIDS, kebijakan menggunakan alkohol dan obat-obatan terlarang.

“Semua vendor yang terikat kontrak dengan Angkasa Pura harus menaati aturan AP I selain aturan nasional,” tuturnya.

Kecelakaan kerja, kata dia, yang pernah terjadi adalah jatuhnya tangga pesawat akibat jet blast.”Dari Bulan Agustus 2017 hingga sekarang baru itu kecelakaan kerja yang dilaporkan ke Disnaker,” ujarnya.

Lanjutnya, sosialisasi yang diberikan adalah K3 secara umum dan Psikologi di tempat kerja yang dibawakan oleh dosen dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata.

“Aspek Psikologi ini kami soroti karena dapat mempengaruhi kesehatan kerja karyawan,” jelasnya.

Ia menuturkan harapan adanya sosialisasi ini adalah untuk mengingatkan kepada karyawan agar menjaga keselamatan di ruang kerja.

Keselamatan kerja ini tidak hanya menyangkut seorang pekerja saja. Hal ini akan berdampak di rekan kerja hingga ke keluarganya.

“Jadi ini merefresh kembali untuk mengingatkan agar prosedur yang ada tidak untuk sembarang. Tapi prosedur dibuat untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan, mencegah adanya kecelakaan, dan melindungi perusahaan dari kerugian yang seharusnya masih bisa dihindari,” tandasnya.