BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang hingga 3 Februari

0
26

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami cuaca ekstrem. Kondisi tersebut akan terjadi selama 6 hari ke depan.

“Analisa BMKG ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam seminggu ke depan. Yaitu mulai hari ini hingga 3 Februari 2018,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan pers di Kantor BMKG, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Menurut dia, selain hujan lebat, angin dengan kecepatan tinggi juga akan menyapa sejumlah wilayah Indonesia. Angin tersebut bergerak dalam kisaran 25 hingga 35 knot.

“Potensi hujan lebat dan disertai kecepatan angin yang tinggi hingga mencapai 25 knot atau 36 km per jam hingga 35 knot atau 70 km per jam,” jelas Dwikorita.

Dia mengungkapkan, penyebab utama dari potensi hujan tersebut adalah pergerakan masa udara dingin dari daratan Asia yang masih cukup aktif ditinjau dari indeks udara dingin.

Selain itu, kata dia, diketahui juga matahari masih berada di belahan bumi selatan sehingga temperaturnya relatif lebih tinggi daripada di belahan bumi utara. Akibatnya, terjadilah tekanan udara yang rendah di Samudera Hindia atau wilayah belahan bumi selatan yang mengakibatkan aliran udara dingin dari arah belahan bumi utara, tepatnya di daratan Asia.

Akibatnya beberapa wilayah Indonesia terutama bagian barat dan selatan, akan terlewati beberapa aliran udara dingin baik dari Asia, Filipina, dan Samudera Hindia, yang terakumulasi di wilayah Indonesia bagian selatan.

“Ini memicu terjadinya angin dengan kecepatan yang tinggi. Teruatama Aceh, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan Papua,” ujar dia.

Dwikorita mengimbau agar masyarakat dapat berlindung di tempat lebih aman saat terjadi cuaca ekstrem, terutama angin kencang. “Mewasapadai hujan dan angin, jangan berlindung di bawah pohon,” ujar dia.