Ilustrasi.

Kebakaran tak hanya tanggung jawab Dinas Pemadam Kebakaran, namun secara tak langsung juga menjadi tanggung jawab masyarakat. Mencegah bahaya kebakaran sebetulnya mudah. Akan tetapi ada tata caranya yang harus benar-benar dipahami.

Apalagi kebakaran di tempat kerja seperti pabrik atau bengkel kerap kali terjadi. Namun pemimpin perusahaan maupun kepala bengkel telah mengetahui serta memahami akan pentingnya tindakan pencegahan kecelakaan pada suatu pekerjaan dan tempat kerja.

Ilustrasi pemadaman api di pabrik.

Hal pertama yang perlu diketahui adalah jenis api kebakaran dan penggolongan menurut kelas – kelasnya seperti dilansir dari laman wordpress.com.

  1. Api kelas A, yaitu api dari kebakaran benda-benda padat. Misalnya: kayu, kertas, dan sebagainya.
  2. Api kelas B, yaitu api dari kebakaran bahan-bahan cair. Misalnya: bensin, minyak, dan sebagainya.
  3. Api kelas C, yaitu api dari kebakaran bahan-bahan gas. Misalnya: asetilin, LPG, LNG, dan sejenis gas lainnya.
  4. Api kelas D, yaitu api dari kebakaran aliran listrik.

5. Api kelas E, yaitu api dari kebakaran bahan logam.

Beberapa bahan atau benda yang mudah terbakar antara lain sebagai berikut:

  1. Bahan padat, seperti kayu, bambu, kertas, tekstil, karet, dan sebagainya.
  2. Bahan cair, seperti minyak lampu, solar, asam belerang, dan sebagainya.
  3. Bahan gas, seperti gas hidrogen, gas LBG, dan sebagainya.

 

Berikut ini merupakan berbagai penyebab terjadinya peristiwa kebakaran.

  1. Penyalaan sendiri tampa disengaja.
  2. Perbuatan sengaja
  3. Mesin-mesin yang digunakan
  4. Krosluiting listrik
  5. Gerakan alam
  6. Disambar petir

 

Kemudian dalam melakukan pemadaman ada beberapa prinsip sebagai berikut:

  1. Dengan cara isolasi, yaitu memutuskan atau menutup hubungan antara benda luar dengan benda yang terbakar.
  2. Dengan cara pendinginan, yaitu dengan menyerap panas menggunakan air atau lumpur.
  3. Dengan cara urai, yaitu dengan memindahkan sejauh mungkin benda-benda yang belum terbakar sehingga api tidak dapat menjalar lebih lanjut.
  4. Alat-alat pemadaman kebakaran

Alat pemadaman kebakaran biasanya berupa tabung yang dicat merah. Bahan pengisi tabung dapat bermacam-macam, seperti yang akan diuraikan berikut ini.

  1. Air: Termasuk pemadam kebakaran golongan A.
  2. Busa: Pemadaman api berupa busa sangat efektif untuk mengatasi kebakaran golongan A dan golongan B.
  3. CO2: Dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran golongan A, B, dan C.
  4. Serbuik kimia: Dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran golongan A, B, C dan D.
  5. Pasir: Dapat digunakan untuk memadamkan api pada semua jenis kebakaran, terutama pada kebakaran bahan padat. Pasir merupakan alat pemadam kebakaran yang tidak berbahaya da mudah menggunakannya.
  6. Karung basah: Karung yang basah dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran kecil untuk golongan A dan B. Jangan digunakan untuk kebakaran akibat listrik, sebab berbahaya dan pemakai akan terkena setrum.
  7. Alat penyembur: Alat ini dibuat oleh pabrik, berbentuk tabung, dan biasanya mempunyai:
  • Cairan racun api
  • Cairan soda oksid
  • Cairan berbentuk busa (seperti busa sabun)
  • Bubuk kimia kering.

Biasanya alat semacam ini disetiap perusahaan atau perbengkelan, pompa bensin, ruangan-ruangan kantor, selalu tersedia dan dipasang di tempat-tempat yang mudah dijangkau.

Sumber : royers.wordpress.com