Ini Daftar Kecelakaan di Proyek LRT dalam 4 Bulan Terakhir

0
48

Robohnya konstruksi kereta cepat ringan atau Light Rapid Transit (LRT) di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (22/1) dini hari menambah daftar kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek nasional itu. Dalam empat bulan terakhir, setidaknya ada tiga kejadian, insiden atau kecelakaan yang menimpa proyek LRT di Jakarta ini.

Apa yang membuat proyek LRT ini seperti rawan celaka? Berikut tiga peristiwa yang terjadi pada proyek LRT dalam empat bulan terakhir.

Pagar proyek LRT Ambles

Pagar proyek LRT di depan Menara Saidah, Cikoko, Jakarta Selatan ambles akibat tergerus hujan deras pada Kamis (12/10/2017). Sempat beredar kabar bahwa tiang pancang LRT di lokasi kejadianlah yang ambles. Namun kabar ini segera dibantah oleh PT Adhi Karya selaku kontraktor pembangunan proyek nasional ini.

Tak ada korban jiwa atau pun terluka akibat kejadian ini. Konstruksi LRT pun dikatakan tak ada yang rusak. Namun, kontraktor harus memperbaiki kembali pagar pembatas proyek yang ambles dan menguruk kembali tanah yang tergerus air hujan.

“Semua tetap berjalan lancar dan sama sekali tidak mempengaruhi pengerjaan proyek LRT,” ujar Corporate Secretary PT Adhi Karya Ki Syahgolang Permata.

Berdasarkan laporan dari manager konstruksi di lokasi, Syahgalong mengatakan, Menara Saidah pun diperkirakan akan baik-baik saja. Sebab, pondasi dari bangunan tersebut cukup dalam dan tidak ikut tergerus.

Alat berat konstruksi LRT roboh

Alat beras untuk pembangunan LRT, portal gentry crane, roboh di Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (22/1/2017) dini hari.

Alat berat yang berada di proyek LRT Koridor 1 Kelapa Gading-Rawamangun ini roboh menimpa sebuah rumah toko (ruko).

Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Puspita Anggraeni menjelaskan, portal gentry crane bergeser saat sedang melakukan uji angkat beban di Jalan Kelapa Nias Raya, Kelapa Gading. “Saat pengujian angkat beban terjadi pergeseran yang mengakibatkan portal gantry crane roboh,” kata dia dalam keterangan tertulis.

Puspita mengatakan kontraktor pembangunan LRT melakukan uji angkat beban karena proyek LRT itu dibangun di lokasi yang padat lalu lintas. Alat berat roboh menimpa sebuah ruko berlantai dua.

“Warga di sekitar lokasi telah dievakuasi keluar dari area kejadian untuk memudahkan evakuasi alat. Tidak ada korban jatuh akibat peristiwa ini,” ujar Puspita.

Konstruksi LRT roboh

Sedikitnya lima orang terluka akibat konstruksi kereta cepat atau Light Rapid Transit (LRT) di Jalan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, roboh pada Senin (22/1) dini hari. Informasi mengenai konstruksi LRT yang roboh ini disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dalam akun Twitter-nya, @BPBDJakarta.

“Situasinya saat ini sudah dalam penanganan,” tulis BPBD DKI Jakarta tanpa menjelaskan penyebab terjadinya insiden itu.

Jalur LRT yang roboh merupakan bagian dari penghubung Kelapa Gading-Velodrome (Rawamangun) yang rencananya digunakan sebagai persiapan menghadapi penyelenggaraan Asian Games tahun ini. Proyek transportasi massal yang menghabiskan anggaran puluhan triliun mulai dikerjakan sejak pertengahan 2016.

Saat ini, lima korban luka-luka dirawat di RS Colombia Asia. Peristiwa terjadi pada Senin (22/1) pukul 00.20 WIB. Konstruksi bangunan yang roboh tersebut berada pada span P28 sampai P29 proyek LRT. “Korban masih akan terus di update perkembanganannya karena di khawatirkan masih adanya korban di bawah reruntuhan konstruksi yang roboh,” kata petugas Safety VSL LRT, Michael, Senin (22/1).

Lima korban tersebut adalah Rois Julianto (27 tahun), Wahyudin (18), Abdul Mupit (30), Ahmad Kumaedi (22), dan Jamal yang saat ini masih dalam perawatan sehingga belum bisa dimintai keterangan.

Sejauh ini belum ada penjelasan penyebab robohnya konstruksi LRT di Jalan  Kayu Putih itu. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan rasa keprihatinannya atas kejadian ini.

Namun secara tersirat Sandi mengatakan kontraktor sedang mengebut pengerjaan proyek LRT agar bisa digunakan pada saat pelaksanaan Asian Games Juli mendatang. “Pas minggu lalu hari Rabu atau Kamis saya pesan ke Pak Satya (Direktur Jakpro), dia katakan kita mulai ketinggalan dari realisasi sama rencana,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/1).

Pengerjaan proyek LRT mengalami keterlambatan dari rencana akibat cuaca dan keterlambatan kerja. Proyek ini ditargetkan selesai pada Juli mendatang dan sudah harus beroperasi untuk Asian Games.

“Target Juli harus realisasi Asian Games, Pak Satya bilang kalau mereka akan mengejar dengan shift yang ditambah orang dan kita sama-sama khawatir masalah keselamatan kerjanya,” kata Sandiaga.

Kalau dikejar target selalu seperti itu, ada saja prosedur yang terlupakan demi efisiensi waktu. “Jadi saya belum dapat laporan tersebut, tadi sahur belum ada. Nanti saya akan langsung minta laporan lengkap,” kata Sandiaga.