Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur Paling Berpotensi Longsor

0
39

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi hujan berintensitas tinggi akan berlangsung hingga Maret 2018 mendatang. Sementara puncak hujan terjadi selama Februari 2018.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sotopo Purwo Nugroho mengatakan, diprediksi potensi bencana banjir, longsor dan puting beliung juga akan meningkat. Ada sejumlah wilayah yang diperkirakan paling berpotensi ancaman bencana longsor.

“Dari peta potensi longsor pada Februari 2018, wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah daerah yang memiliki potensi paling banyak dari ancaman longsor,” ujar Sutopo, Kamis (8/2/2018).

Menurut Sutopo, potensi longsor di Pulau Jawa meluas, yaitu di daerah-daerah yang memiliki topografi pegunungan, perbukitan dan di lereng-lereng tebing yang di bawahnya banyak permukiman. Wilayah tersebut memanjang di Jawa bagian tengah hingga selatan.

Daerah rawan longsor tinggi di Jawa Barat meliputi Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bandung Barat, Bandung Selatan, Purwakarta, Garut, Sumedang, Kuningan, dan Tasikmalaya.

Sedangkan di Jawa Tengah terdapat di Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, Purwokerto, Purworejo, Pekalongan, Temanggung, Semarang, Karanganyar, Tegal, Wonogiri, Magelang, Purbalingga dan Boyolali.

Di Jawa Timur, potensi itu terutama di Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Malang, Pacitan, Mojokerto, Jember, dan Banyuwangi.

Sutopo mengatakan, selama 2018, telah terjadi 275 bencana yang menyebabkan 30 jiwa meninggal dan hilang, 66 jiwa luka, 153.183 menderita dan mengungsi, 10.254 unit rumah rusak, dan 92 bangunan fasilitas umum rusak.

“Bencana longsor adalah bencana yang paling banyak menimbulkan korban jiwa meninggal dunia,” kata Sutopo.

Sejak 1 Januari hingga 7 Februari 2018, terdapat 19 orang meninggal dunia akibat longsor. Sedangkan korban puting beliung 5 orang, banjir 3 orang, kombinasi banjir dan longsor 2 orang, dan gempa 1 orang.

Sutopo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan di awal tahun 2018.

“Saat hujan lebat waspadalah. Jika perlu mengungsi sesaat ke tempat aman,” kata Sutopo.

Masyarakat diminta mengenali lingkungan sekitarnya dari tanda-tanda akan terjadinya longsor.

Tanda tersebut antara lain retakan tanah, amblesan tanah, keluarnya mata air pada lereng, air sumur dan mata air tiba-tiba keruh, pohon dan tiang listrik miring, tembok bangunan dan pondasi tiba-tiba retak dan sebagainya.

“Periksa adanya retakan tanah di bukit yang merupakan cikal bakal dari mahkota longsor,” kata Sutopo.