Ilustrasi.

Kecelakaan Kerja di CV Mitra Mas dalam pengerjaan proyek rehab kantor Balai Kota milik Pemkot Ambon tahun 2016 yang menimpa karyawannya, kini keluarga korban menuntut manajemen CV Mitra Mas membayar ganti kerugian yang wajar.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Saidna Azhar bin Tharir di Ambon mengatakan, “Hari ini keluarga korban hadir bersama pihak Nakertrans Kota, BPJS serta manajemen Mitra Mas melakukan rapat kerja dan intinya meminta ada pembayaran ganti rugi, karena lengan korban telah diamputasi,” tuturnya pada Selasa (18/4/2017).

Diketahui korban bernama Tejo ini mengalami kecelakaan kerja pada tanggal 13 November 2016 lalu, ketika ia sedang melakukan renovasi gedung Balai Kota Ambon. Salah satu lengan korban yang mengalami patah tulang terpaksa diamputasi sehingga korban cacat seumur hidup.

Menurut Saidna Azhar, korban hanya menuntut ganti rugi sebesar Rp70 juta tetapi aturan mainnya tidak seperti itu. Namun dalam undang-undang ketenagakerjaan yang baru, korban harus menerima ganti rugi di atas Rp200 juta. Maka dari itu pihak manajemen CV Mitra Mas memediasi pertemuan dengan keluarga korban agar dpat menemukan solusinya.

Akbat kecelakaan kerja tersebut, kini korban menderita cacat seumur hidup dan tidak bisa mencari nafkah bagi keluarganya.

Menindaklanjuti kasus ini, DPRD Kota Ambon juga akan meminta pengawas Disnakertrans dari Provinsi Maluku untuk melihat persoalan ini. Sementara Direktur CV Mitra Mas, Vicky, mengaku bersedia akan melakukan pembayaran ganti rugi kepada pihak korban.

Vicky mengatakan, “Kami masih melakukan pendekatan dengan pihak keluarga tentang besaran nilai ganti ruginya, karena kami juga baru membuka usaha di sini dan sistem pembayarannya tidak bisa sekaligus” jelasnya.

Sumber : news.okezone.com