Selama dua pekan belakangan terjadi dua kecelakaan bus pariwisata di kawasan Puncak, Jawa Barat. Yang insidennya terjadi dalam selang waktu yang berdekatan. Untuk ini Kementerian Perhubungan berencana untuk merazia bus-bus pariwisata. Razia tersebut nantinya akan melibatkan pihak kepolisian dan Jasa Raharja.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo menjelaskan bahwa razia ini sengaja dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan bus pariwisata. Mengingat, .

Operasi terpadu akan dilakukan di lapangan, baik di pusat-pusat wisata maupun di lokasi, di tepi jalan. Meski pihak berwajib masih terus mengkaji terkait teknis razia tersebut bersama pihak-pihak terkait. Yang pasti, razia difokuskan untuk mencari apakah bus tersebut dalam perusahaan resmi dan mengantongi surat kelulusan uji KIR.

Jadi nantinya bersama Ditjen Hubdar dan Polri untuk bagaimana pola operasinya seperti apa akan dikombinasikan dengan kesiapan lebaran.

Berikut sekilas informasi yang akan dipaparkan,

Telah terjadi kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata. Kecelakaan tersebut terjadi tepat di kawasan Puncak berlokasi di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Ciganjur pada Minggu 30 April ini mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.

Bus pariwisata Kitrans yang membawa rombongan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini mengalami rem blong dan menabrak mobil pikap, motor, dan angkot yang ada di jalur kanan.

Kemudian kecelakaan beruntun yang melibatkan bus juga terjadi di Tanjakan Selarong Jalan Raya Puncak, Bogor. Kecelakaan ini melibatkan 12 kendaraan, baik roda empat, maupun roda dua, pada Sabtu, 22 April 2017 sore. Kecelakaan ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Sumber : news.liputan6.com