Sinergitas tengah diupayakan di Kabupaten Bandung Barat. Dikarenakan banyak wilayah yang perlu dilindungi agar tidak terjadi kerusakan. Dalam hal ini Pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat perlu bersinergi dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup, sehingga kelestarian alam dapat terus terjaga.

Maka hal ini menjadi intisari dalam diskusi bertema lingkungan hidup yang digelar The Lodge Foundation dan Balai Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Djuanda di The Lodge Maribaya, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Rabu, 26 April 2017. Diskusi ini merupakan bagian dari Forest Music Festival, yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Bumi.

Sebelumnya, setelah kegiatan “Green Up, Clean Up” yang melibatkan ratusan warga dilaksanakan untuk membersihkan sampah liar di sepanjang jalan utama di Cibodas.

Kepala Balai Tahura Djuanda Lianda Lubis menyatakan, sinergitas antara pemda, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan kesepakatan bersama dalam upaya konservasi lingkungan. Tanpa peran dari salah satu pihak, pelestarian alam sulit dilakukan.

Lianda mengataan, “Harus ada formulasi khusus, biar sama-sama terlibat dalam menjaga lingkungan. Kalau dilakukan sendiri-sendiri, ini akan sulit. Solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan itu ialah duduk sama-sama untuk merumuskan langkah konkrit, kewajiban masing-masing pihak apa, lalu harus saling melaksanakan”.

Contohnya kawasan hutan di Tahura Djuanda yang merupakan lahan konservasi sekaligus wisata alam perlu menggandeng masyarakat di sekitar, maupun Pemkot Bandung, Kabupaten Bandung, dan Pemkab Bandung Barat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Tanpa komitmen bersama, Tahura Djuanda lambat laun akan mengalami kerusakan.

Masyarakat di Ciburial dan Cibodas memiliki karakter yang berbeda, Dan kalangan swasta yang memanfaatkan alam sebagai daya tarik juga harus ikutan menjaga lingkungan, jadi upaya konservasi bersama-samanya seperti apa? Pemda juga harus terlibat, karena kebijakan dan tipe masalah di setiap daerah bisa berbeda-beda.

Owner The Lodge Maribaya Heni Nurhaeni Smith menyebutkan, The Lodge Maribaya sebagai tempat wisata yang memanfaatkan alam telah berupaya menjaga lingkungan di sekitar. Pihaknya pun telah menggandeng masyarakat, namun memang belum ada kerja sama dengan Pemkab Bandung Barat.

Namun demi upaya pengelolaan lingkungan, pemerintah daerah telah melakukan penanaman pohon yang rutin bagi setiap campers, bahkan sebelum The Lodge dibuka kami sudah menanam pohon. Penanaman itu dilakukan di daerah-daerah perbatasan The Lodge dengan hutan. Kami juga menyesuaikan bangunan yang ada dengan karakter alam di sini, jadi di sini enggak ada bangunan permanen.

Di dalam Forest Music Festival tersebut, edukasi mengenai lingkungan hidup disampaikan kepada para pengunjung The Lodge Maribaya secara santai. Para pemusik yang tampil, seperti Suarasama dan (K)osmosis merupakan grup musik yang banyak menyuarakan soal lingkungan.

Selain itu, ada juga Mufid Sururi yang menunjukkan pengolahan kertas berbahan pohon saeh kepada para wisatawan. Pohon saeh yang merupakan keluarga pohon perdu saat ini sudah sulit ditemui.

Sumber : www.pikiran-rakyat.com