Bagi mereka yang sudah lanjut usia (lansia) terjatuh adalah salah satu faktor penyebab kematian yang cukup tinggi karena dapat menimbulkan cedera serius. Kabar buruknya seiring pertambahan usia frekuensi untuk terjatuh ikut meningkat.

Menurut studi terbaru bila dilihat dari sisi kemampuan otak mengatur keseimbangan maka memang bisa ada penurunan sejak seseorang menginjak usia 40 tahun. Hal tersebut diketahui ketika peneliti melakukan tes sensitivitas sistem vestibular pada 105 partisipan usia 18-80 tahun.

Sistem vestibular sendiri adalah bagian dari otak yang mengatur kesimbangan tubuh. Semakin sensitif sistem ini maka semakin baik pula fungsinya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Frontiers in Neurology, tes dilakukan dengan cara partisipan diminta duduk di kursi yang dapat bergerak ke berbagai arah. Peneliti akan membuat kursi bergerak-gerak dengan intensitas berbeda dan kemudian partisipan diminta untuk mempersepsikan arah gerakan kursi.

Hasilnya diketahui pada usia 40 tahun ke atas sensitivitas sistem vestibular partisipan berkurang drastis. Setelah usia tersebut sensitivitas dapat berkurang hingga 83 persen per 10 tahun.

“Mengingat populasi dunia yang semakin cepat menua masalah ini juga akan semakin cepat berkembang menjadi lebih buruk. Kecuali upaya meningkatkan skrining vestibular, diagnosis vestibular, perawatan vestibular, perawatan keseimbangan, prediksi jatuh, dan pencegahan jatuh dipercepat,” tulis peneliti.

Selain pengatur keseimbangan yang menurun fungsinya, lansia juga bisa berisiko terjatuh karena ada pelemahan otot.

Sumber : detik.com