Gaya hidup masyarakat menjadi salah satu penyebab pergeseran penyakit menular seperti infeksi saluran pernafasa atas (ISPA), tuberculosis (TBC) menjadi penyakit tidak menular seperti stroke, jantung dan kecing manis. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Djuwita F Moeloek.

Dikatakan bahwa Pergeseran ini membuat Indonesia menghadapi tantangan serius atas ragam penyakit. Maka demi menangani permasalahan tersebut, pemerintah mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk pembangunan kesehatan masyarakat, seraya tutur Menkes Nila Djuwita, di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut, Kamis (4/5).

Dipaparkan pula bahwa perilaku hidup yang tidak sehat dan ditambah sanitasi dan ketersediaan air bersih, masih belum memadai di beberapa lokasi. Ada beberapa program yang dicanangkan pemerintah, menjadi prioritas pembangunan kesehatan 2015 – 2019, yang melalui Program Indonesia Sehat dan pendekatan keluarga.

Selain itu ada 12 indikator utama untuk kesehatan keluarga, berupa keluarga berencana (KB), persalinan ibu, bayi lengkap mendapatkan inmunisasi lengkap, air susu ibu (ASI) secara ekslusif, pemantauan pertumbuhan bayi maupun lainnya.

Sementara itu penderita turbeculosis paru seharusnya mendapat pengobatan sesuai standar, penderita hipertensi melakukan pengobatan teratur. Kemudian, penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak terlantarkan.

Selanjutnya, anggota keluarga tidak ada yang merokok, keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan keluarga menggunakan jamban sehat, serta mengkonsumsi makanan sehat merupakan cara sederhana untuk hidup sehat.

Kebanyakan orang menganggap makanan lokal tidak bergizi tinggi untuk dikonsumsi. Padahal malah sebaliknya, Makanan lokal sangat bergizi.

Sumber : www.beritasatu.com