Tingkatkan Keselamatan, Kemenhub Sertifikasi SDM Perkeretaapian

0
43

ementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian tengah melakukan sertifikasi untuk Sumber Daya Manusia (SDM) perkeretaapian. Hal ini dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

Pada 2018 ini, Kemenhub menargetkan dapat memberikan 8.000 sertifikat bagi pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang bertugas sebagai Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), tenaga perawatan, tenaga pemeriksa, hingga Penjaga Jalan Lintasan (PJL).

Direktur Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Edi Nur Salam mengatakan, pemberian sertifikat tersebut sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

“Sertifikasi ini kami lakukan supaya jangan sampai kereta api dioperasikan orang-orang yang enggak kompeten,” ujar Edi.

Edi menjelaskan, pada awal tahun ini pihaknya telah melakukan proses seleksi untuk program sertifikasi kepada 1.550 SDM yang diajukan PT KAI.

“Dari 2.216 orang itu, hanya 1.435 orang yang kami panggil ujian. Sementara yang datang hanya 1.435 orang, dan yang lulus ujian 1.172 orang,” ungkapnya.

Selain melaksanakan program sertifikasi tersebut, pihaknya juga terus menjalankan penertiban cikal bakal perlintasan sebidang di jalur kereta api.

Berdasarkan data Ditjen Perkeretaapian Kemenhub sepanjang 2017 telah ditutup 291 titik cikal bakal perlintasan sebidang. Dengan rincian Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta sebanyak 18 titik, Daop 4 Purwokerto 133 titik, Daop 5 Semarang 33 titik.

Kemudian, Daop 6 Yogyakarta sebanyak 27 titik, Daop 7 Madiun 34 titik, Daop 8 Surabaya 3 titik.

Sedangkan di wilayah Sumatera, atau Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara dan Aceh sebanyak 31 titik, Divre II Sumatera Barat 3 titik, Divre III Palembang sebanyak 4 titik, dan Divre IV Tanjungkarang sebanyak 5 titik.