Warga di 12 Kota Ini Bisa Bayar Listrik PLN Pakai Sampah

0
65

PT PLN (Persero) terus memperluas jaringan bank sampah. Dengan begitu, semakin banyak lingkungan yang membayar tagihan listriknya dengan sampah. Hal ini adalah inovasi PLN untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, mengatakan‎ Bank Sampah PLN yang sudah dijalankan sejak 2011 ini memiliki berbagai program unggulan, yaitu bayar listrik dengan sampah.

Program unggulan ini sudah tersebar di lebih dari 1.000 bank sampah di 12 kota, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Palembang, Tanah Datar, Kediri, Klungkung, Samarinda, dan Balikpapan.

Dengan melibatkan 53.550 nasabah, Bank Sampah binaan PLN dapat mengelola 377 ton sampah per bulan. Hal ini tentunya dapat membantu mengurangi sampah masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Kami ingin masyarakat peduli dengan kebersihan lingkungan, sekaligus membantu mendongkrak kesejahteraan mereka. Pada Bank Sampah binaan PLN, nasabah dapat membayar listrik dari sampah yang dikumpulkan,” kata Made.

Mekanisme Bank Sampah sangat mudah dan sederhana. Pertama, sampah dipilah sesuai kategori dan disetorkan ke bank sampah. Kemudian, sampah ditimbang oleh petugas dan nilai sampah dicatat dalam buku tabungan. Saldo tabungan dapat dikonversi dalam token atau pulsa listrik prabayar atau pelunasan listrik pascabayar.

Untuk mengembangkan Bank Sampah, PLN melakukan pembinaan dengan serius. Hal ini dilakukan dengan membangun atau merenovasi gedung dan pergudangan, menyediakan kendaraan pengangkut, melaksanakan pelatihan dan peningkatan pengetahuan, memberikan penghargaan kepada nasabah atau bank unit berprestasi, dan pembangunan jejaring kerja bank sampah.

Bank Sampah di Bandung dan Yogyakarta, misalnya, sudah menerapkan Smart Card, yang fungsinya seperti kartu Automatic Teller Machine (ATM). Dengan Smart Card, nasabah dapat melakukan transaksi pembayaran token listrik di counter Bank Sampah dan pembelian sembako di Eco Mart.

“Selain ditukarkan dengan listrik, PLN juga memfasilitasi penukaran sampah dengan sembako,” ujar Made.